Khutbah Shalat Gerhana Matahari
Segala
puji bagi Allah Swt
yang menjadikan matahari dan bulan sebagai salah satu tanda kebesaran Allah
Yang Maha Kuasa lagi Maha Perkasa, yang mana tanda itu telah tampak bagi orang-orang awas yang
merenungkan dan memikirkannya. Dialah yang membuat malam dan siang silih
berganti. Pergantian malam-siang itu merupakan peringatan bagi orang-orang
berilmu dan berpikir yang bersedia mengambilnya sebagai peringatan.
Kita
memuji Allah Swt
atas anugerah yang Dia berikan kepada kita dengan menerima nasihat, menasihati,
dan mengambil pelajaran. Aku bersaksi, tiada tuhan selain Allah Yang Maha Esa,
Yang Maha Tunggal, lagi Maha Kuasa, sebuah kesaksian yang kita simpan untuk
hari di mana hati dan mata itu menatap. Aku bersaksi, penghulu dan junjungan
kita nabi besar Muhammad Saw adalah hamba dan utusan-Nya, seorang rasul yang mengajak
manusia tunduk dan merendahkan diri kepada Allah Swt yang mencipta alam semesta tanpa
kecuali.
Semoga Allah Swt melimpahkan shalawat dan salam-Nya untuk
penghulu dan junjungan kita nabi besar Muhammad Saw yang diutus membawa
peringatan dan kabar gembira, untuk keluarganya yang disucikan sesuci-sucinya
dari penyembahan berhala dan syirik, untuk para sahabatnya yang mana mereka
mengambil petunjuk darinya, dan untuk seluruh pengikut nabi Muhammad Saw.
Amma
ba'du,
Para
jamaah sekalian, semoga Allah merahmati kita semua. Bertakwalah kepada Allah. Dia telah menampakkan
peringatan-Nya kepada kita
semua, karenanya terimalah peringatan itu.
Dia memperlihatkan tanda kuasa-Nya yang paling jelas agar kita mengambil peringatan. Amati dan
pikirkanlah tanda-tanda-Nya yang jelas itu.
وَلَا
تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ، أُولَئِكَ هُمُ
الْفَاسِقُونَ
“Janganlah
menjadi salah satu dari mereka yang berhati keras dan mereka yang melupakan
Allah lalu Allah membuat mereka lupa diri. Mereka adalah orang fasik,”
(Al-Hasyr ayat 19).
Para jamaah shalat gerhana yang dirahmati Allah,
ketahuilah bahwa Allah menyadarkan dan mengingatkan kita dengan peringatan yang
paling nyata di hari gerhana ini agar fenomena ini menjadi peringatan bagi kita
semua. Allah menjadikan matahari sebagai
tanda dan cahaya-Nya agar kita semua dapat beraktivitas mencari nafkah di siang hari.
Demikianlah matahari sejak dulu selalu begitu. Dan hari ini telah terjadi
gerhana matahari. Fenomena ini tidak terjadi kecuali sebagai peringatan agar kita berbuat baik, mengambil pelajaran,
merenung, berpikir, dan takut siksa-Nya.
Siksa
Allah itu teramat keras. Istighfarlah, istighfarlah. Mintalah ampunan kepada Tuhanmu.
Kembalilah kepada Tuhanmu karena Dia Maha Lembut lagi Maha Tahu. Ketahuilah
Allah mengedarkan matahari di tempat tetapnya. Dia dengan tepat menentukan
lintas peredarannya. Matahari dan bulan adalah dua tanda-Nya. Dia mengedarkan
matahari dan bulan di tempat edarnya. Keduanya beredar tidak keluar dari
lintasan edarnya sejak diciptakan hingga hari ini dan hari-hari esok.
Allah
menjadikan matahari sebagai tanda-Nya di siang hari, sebagaimana bulan adalah tanda-Nya di malam hari atas kuasa
Penguasa Yang Maha Tahu. Allah menjadikan matahari bersinar dan bulan
bercahaya. Allah menentukan semuanya dengan ketentuan yang proporsional.
Wahai
umat Islam, bertakwalah engkau kepada Allah dan waspadalah karena Dia menuntutmu waspada
atas fenomena gerhana matahari. Pasalnya sinar dan cahaya matahari adalah
nikmat dan rahmat-Nya untuk kita. Allah mengubah nikmat itu melalui fenomena gerhana agar kita mengambil pelajaran.
ذَلِكَ
بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَى قَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا
مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Demikian terjadi karena Allah takkan nikmat yang telah
diberikannya kepada suatu kaum sampai mereka sendiri mengubah (ketaatan) yang
ada pada diri mereka sendiri,” (Al-Anfal ayat 53).
Bisa jadi gerhana matahari ini terjadi disebabkan oleh
akumulasi dosa-dosa kita. Karenanya,
minta ampunlah atas segala dosa kita karena dosa dapat terhapus sebab istighfar. Sesalilah
perilaku kita
yang melewati batas selama ini di hadapan Allah. Rasulullah Saw bersabda,
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ
آيَاتِ اللَّهِ، لاَيَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُم
ذَلِكَ، فَادْعُوا اللَّهَ، وَكَبِّرُوْا، وَصَلُّوْا، وَتَصَدَّقُوْا
"Sungguh
matahari dan bulan adalah dua tanda dari sekian banyak tanda kebesaran Allah.
Gerhana keduanya terjadi bukan karena meninggal dan lahirnya seseorang. Kalau
kamu lihat fenomena itu, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalat dan
bersedekahlah," (HR Bukhari, Muslim, dan lain-lain).
Allah
berfirman,
هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ
نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ، مَا خَلَقَ
اللَّهُ ذَلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ، يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
"Dialah
Allah yang menciptakan matahari sebagai sinar dan bulan sebagai cahaya. Dia
menetapkan garis edarnya agar kamu mengetahui bilangan tahun dan hitungannya.
Tiadalah Allah ciptakan semua itu kecuali dengan benar. Demikian Allah
menerangkan tanda-tanda-Nya bagi kaum yang mau memahami,” (Yunus ayat 5).
Comments
Post a Comment